by

Essay, Menjadi Sahabat Al-Quran

-Essay-891 views

By : Dudi Akasyah

Mengkaitkan memori dengan Al-Quran, detik demi detik melebur bersamanya

membangun chemistri lisan, mata, telinga, hati dan pikir

laksana magnet yang mendekatkan

obsesi bersamanya, ingin bersatu, erat, tak terpisahkan

Al-Quran, mukjizat terbesar akhir jaman

menjadi fokus perjalanan hidup, hingga umur meredup

tekad bulat, abaikan halang rintang

menjadi, pelayannya, keluarganya

khadimul Quran, ahlul Quran

sejuk, kokoh, jernih, lantunannya membasuh hidup

biarkan waktu berjalan, ia senantiasa jadi teman

biarkan hidupku diisi olehnya

biarkan waktu habis bersamanya

sulit menjadi temannya kecuali dipaksa suasana kreasi kita bersama

bersama untuk Al-Quran, sampai nafas penghabisan

hingga kelak ia bersaksi, pembela dari kobaran neraka

penuntun, pembuka pintu surga

Rumah Tahfidz Kelapa Gading Jakarta
3 Juli 2021

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed